Senin, 25 Juni 2012

BAB 8 dan 9 Pelaporan keuangan dan Perubahan Harga


v  Pembuka
Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional Para analis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penyesuaian perubahan harga
v  Definisi Perubahan Harga
Perubahan harga umum
Inflasi
Deflasi
Perubahan harga spesifik
Perlu memahami istilah akuntansi inflasi
v  Lap. Keuangan dan Perubahan Harga
Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan
Nilai aktiva rendah          beban rendah          laba tinggi
Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan
Ketidakakuratan ini akan mendistorsi:
1. Proyeksi keuangan
2. Anggaran
3. Kinerja
v  Jenis Penyesuaian Inflasi
Penyesuaian tingkat harga umum
a. Indeks harga
b. Penggunaan indeks harga
c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum

Penyesuaian biaya kini
a. Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
b. Laba adalah resources yg bisa diditribusikan dalam suatu periode
v  Sudut pandang terhadap Akuntansi Inflasi
  1. Beberapa negara mencoba metode akuntansi inflasi yang berbeda-beda.
  2. AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
  3. Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
  4. Akuntansi inflasi di Brasil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajikan bersih dan terpisah dengan laba kini.
v  Badan Standar Akuntansi Internasional
  1. International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
  2. Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.
v  Isu-isu Tentang Inflasi
  1. Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
  2. Keuntungan dan kerugian Kepemilikan.
  3. Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
  4. Menghindari kejatuhan ganda.

Sumber : Bapak Sigit Sukmono

BAB 6 dan 7 Translasi Mata Uang Asing


v  Alasan-Alasan Melakukan Translasi
Perusahaan dengan operasi di DN/LN , L/K konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh. L/K anak perusahaan LN yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya di sebut TRANSLASI. Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian antar perusahaan (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja mnajemen.

v  Latar Belakang dan Terminologi
Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi. Pasar uang merupakan tempat jual-beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar. 

v  Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spotforward, dan swap.
  1. Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
  2. Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
  3. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualanspot atas mata uang secara bersamaan.
v  Istilah Translasi Mata Uang Asing
Atribut                                                                        Mata uang fungsional
Konversi                                                                          Kurs historis
Diskonto                                                                          Mata uang lokal
Posisi aktiva bersih beresiko                                             Pos-pos moneter
Mata uang asing                                                               Mata uang pelaporan
L/K dalam mata uang asing                                              Tanggal penyelesaian
Transaksi mata uang asing                                                Kurs spot
Translasi mata uang asing                                                 Tanggal transaksi
Operasi Luar Negeri                                                       Penyesuaian translasi
Kontrak pertukaran forward                                          Unit pengukuran 

v  Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K
Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:
  1. Kurs Kini
  2. Kurs Historis
  3. Kurs Rata-rata
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing. Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.

v  Transaksi Mata Uang Asing
Perspektif Transaksi Tunggal
Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun transaksi dan penyelesaianya merupakan satu peristiwa tunggal.
Perspektif Dua Transaksi
Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang.

v  Translasi Mata Uang Asing
Metode Kurs Tunggal
Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.
Metode Kurs Berganda
Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu: Metode kini-nonkini, Metode Moneter-nonmoneter, dan Metode Temporal.

Perkembangan Akuntansi Translasi
Sebelum 1967
Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai Bab 12 ARB No. 43.
1965 - 1975
Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, Hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini.
1975 - 1981
Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.
1981 - Kini
FASB mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.
Isi SFAS No. 52
SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah. Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (functional currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana perusahaan beroperasi. Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugin kurs.


Pilihan Metode Translasi
  1. Translasi apabila Mata Uang Lokal Merupakan Mata Uang Fungsional
  2. Translasi apabila Dolar AS Merupakan Mata Uang Fungsional
  3. Translasi apabila Mata Asing Merupakan Mata Uang Fungsional

Sumber : Bapak Sigit Sukmono

BAB 10 HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL


v  Pembuka
n  Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan
   kompatibel (kesesuaian) praktek akuntansi yang berasal  
   dari berbagai negara.
n  Harmonisasi dan Standarisasi.
n  Komparabilitas.
n  Harmonisasi akuntansi mencakup:
1.      Standar akuntansi (pengukuran dan pengungkapan)
2.      Pengungkapan oleh perusahaan publik tentang penawaran surat berharga dan pencatatan di bursa efek.
3.      Standar audit
v  Survei Harmonisasi Internasional
1.    Keuntungan Harmonisasi Internasional.
2.    Kritik atas Standar Internasional.
3.    Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama.
4.    Penerapan standar Internasional.
Peristiwa Penting Penentuan Standar Akuntansi Internasional
1959 – Jacob Kraayenhoft, pendiri firma akuntan di Eropa mendorong dimulainya pembuatan standar akuntansi internasional.
…………………………
1973 – International Accounting Standard Committee (IASC) didirikan.
2001 – International Accounting Standard Board (IASB) menggantikan IASC.
Dan seterusnya
Organisasi Internasional Pendorong Harmonisasi Akuntansi
1.    International Accounting Standard Board (IASB).
2.    Komisi Uni Eropa (EU).
3.    Organisasi International Komisi Pasar Modal (IOSCO).
4.    International Federation of Accountant (IFAC).
5.    Kelompok kerja ahli pemerintah PBB dalam ISAR dan UNTACD.
6.    Kelompok kerja dalam OECD.
v  Badan Standar Akuntansi Internasional
Tujuan International Accounting Standard Board – IASB (dahulu IASC):
1.    Mengembangkan standar akuntansi global.
2.    Mendorong penggunaan dan penerapan standar.
3.    Membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan internasional.
v  Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
v  Struktur baru IASB
1.    Badan wali.
2.    Dewan IASB.
3.    Dewan Penasehat Standar.
4.    Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)
v  Badan Standar Akuntansi Internasional (Lanjut)
Pengakuan dan Dukungan bagi IASB
Respon Komisi Pasar Modal AS terhadap IFRS
Perbandingan IFRS dan Prinsip Akuntansi Komperhensif Lain
Uni Eropa (EU)
Direktif keempat, Ketujuh, dan Kedelapan
Upaya Harmonisasi EU
Pendekatan Baru EU dan Integrasi Pasar Uang Eropa
Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
Federasi InternaSional Akuntan (IFAC)
Kelompok Kerja Antar Pemerintah PBB untuk pakar dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR)
Organisasi untuk kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)

Sumber : Bapak Sigit Sukmono

Rabu, 06 Juni 2012

Bab 5 : Pelaporaan dan pengungkapan



v  Perkembangan Pengungkapan
1.      Pengungkapan Sukarela.
2.      Ketentuan Pengungkapan.
3.      Debat Pelaporan Keuangan SEC AS.
v  Praktek Pelaporan dan Pengungkapan
1.      Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
2.      Pengungkapan Segmen.
3.      Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
4.      Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
5.      Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang Digunakan.
6.      Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
7.      Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.
v  Pengungkapan Laporan Tahunan di Negara-Negar Pasar Berkembang
        Para investor menuntut informasi yang tepat waktu dan kredibel. Regulator merespons dengan membuat ketentuan pengungkapan lebih ketat melalui upaya pengawasan dan penegakan aturan. Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997. Studi tahun 1990-an tingkat Pengungkapan dan kualitas laporan negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju. Jumlah Auditor di negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju. Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan dan Para Manajer Meskipun pengungkapan sangat dipengaruhi biaya, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela tetap semakin meningkat di seluruh dunia Manajer perusahaan yang tingkat pengungkapannya rendah harus berupaya meningkatkan karena memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan. Misalnya, pengungkapan segmen dan rekonsiliasi ternyata memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Sumber : Bapak Sigit Sukmono